Tim CAMPLI Unsyiah Juara I Inovasi Mahasiswa Tingkat Nasional

Mahasiswa Unsyiah berhasil meraih juara I tingkat nasional di ajang bergengsi Puspiptek Innovation Festival (PIF) 2019 yang berlangsung di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong, Jawa Barat. Mahasiswa tersebut adalah Alfy Yusyfa Fernanda (Ketua tim, Jurusan Teknik Komputer), Hendrik Leo (Teknik Elektro), Siti Alifah (Teknik Informatika) dan Rian Maulana (Teknik Komputer) menjadi juara dengan science project berjudul CAMPLI: Pertanian 4.0 Berbasiskan Vertical Farming untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian.

Di babak final, mereka berhasil menyisihkan tim mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Pertamina. Kedua universitas ini meraih juara 2 dan 3. Tim Campli Unsyiah yang dibimbing Rahmad Dawood, dosen Jurusan Teknik Elektro dan Komputer Unsyiah,  menjadi jawara setelah menyisihkan sebanyak 262 peserta dari seluruh Indonesia, yang akhirnya tersisa menjadi 10 tim yang masuk babak final.

Penyerahan penghargaan bagi pemenang dilakukan di Puspiptek Serpong, Tangerang oleh Sekjen Ristekdikti, didampingi Wakil Walikota Tangerang Selatan, Rabu kemarin (1/10).

CAMPLI  atau Computer Assisted Mass Planting merupakan solusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian dengan lahan yang terbatas. CAMPLI merupakan sistem pertanian bertingkat/vertical farming yang mengekspansi lahan pertanian secara vertikal. Berbeda dengan sistem pertanian konvensional yang mengekspansi lahan pertanian secara horizontal. Karena sistem pertanian yang dilakukan secara bertingkat, maka diperlukan automatisasi perawatan dan sistem pemantauan keadaan tanaman. Sehingga CAMPLI diintegrasikan dengan sistem IoT (Internet of Things) untuk melakukan pemantauan keadaan tanaman melalui sensor dan melakukan perawatan tanaman melalui aktuator. 

Sistem pemantauan dan perawatan dapat diakses secara  nirkabel  oleh  user/pengguna  melalui  aplikasi  smartphone.  Pada penelitian ini, digunakan studi kasus tanaman cabai sebagai tanaman percobaan yang akan ditingkatkan hasil produktivitasnya. Penelitian ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ekosistem lingkungan.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsyiah, Dr.Ir. Alfiansyah Yulianur BC, sangat gembira dengan keberhasilan mahasiswa Unsyiah di ajang PIF 2019 itu. Alfiansyah berharap alat yang dipaparkan tersebut dapat dipatenkan dan diimplementasikan di lapangan, sehingga membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, teknologi pertanian 4.0 ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian tanpa melakukan perusakan lingkungan untuk pembukaan lahan.

Ketua Program Pengembangan dan Kreativitas Mahasiswa (P2KM) Unsyiah, Marwan, S.Si, MT  menyebutkan hasil PIF 2019 tersebut, melengkapi aneka prestasi mahasiswa Unsyiah di berbagai ajang. Keberhasilan ini membantu Unsyiah dalam peningkatan rangking di bidang kemahasiswaan secara nasional. (Humas Unsyiah/fer)